Tidak peduli, kata yang muncul
ketika sesuatu hal yang dianggap penting menjadi tidak penting karena hal yang
belum dimengerti oleh beberapa orang. Kali ini ingin sekali membahas pemuda Indonesia
untuk saat ini. Kenapa? Apakah hal itu mungkin penting untuk kita? Untuk apa
kita peduli? Apa yang ingin kita pedulikan? Jika kalian selalu bertanya hal
tersebut mari kita membahas hal tersebut. Mungkin sebagian orang menggangap Negara
Indonesia kita tercinta ini memiliki tim yang bias mengatasi permasalah di sektor
manapun. Tetapi apakah setiap orang bisa mengerjakan semua itu? TIDAK! Lalu
untuk apa ada orang-orang yang memiliki jabatan penting tetapi seakan tidak
peduli? Bukan tidak peduli, tetapi mereka sedang menjalankannya.
Di era sekarang pemuda Indonesia
harus bias berpikir jernih, dan positif. Kenapa? Tentu pemuda Indonesia adalah
generasi penerus bangsa untuk kedepannya, apabila generasi muda tidak bisa mengendalikan
pikirannya kepada siapa kita harus mengaturnya? Tentu diri sendiri. Banyak
generasi muda Indonesia sudah mulai sadar dan peduli terhadap Negara ini. Muncul gerakan
organisasi pemuda, lalu menjadi pemuda/I berprestasi di Negara lain, dan tentu
berani untuk bisa berpendapat secara tatap muka dengan pemerintah kita. Tetapi
apakah itu sudah cukup? TIDAK! Kita harus bias untuk peduli, paham, mengawasi,
dan berbuat sesuatu pada dan melalui politik Indonesia. Kita harus bisa ikut ambil
tindakan secara nyata dari SEKARANG! Mau kapan kita peduli terhadap teknologi,
ataupun asupan asupan yang kita terima dari Negara lain? Apakah kita hanya
ingin menjadi pemuda yang acuh? Pemuda Indonesia harus bisa mengerti bahwa kita
adalah perubahan, kita adalah penggerak, kita adalah INDONESIA! Sadarlah bahwa
beberapa Negara menggangap Negara kita adalah Negara yang menjadi Negara terbaik
di dunia. Tetapi apakah kita harus tetapi tidak peduli? Untuk itu peduli lah
dimulai dari hal sekecil mungkin. Hal apakah itu? Contoh adalah belajar. Mulai
untuk menjadi pribadi yang jujur dan bertalenta secara akademik maupun non
akademik. Mulaikan dari hal yang kecil karena hal kecil adalah langkah awal
untuk bisa menjadi hal yang sangat BESAR.
Lalu pemuda Indonesia harus
bisa dan bepengetahuan luas. Memanfaatkan keadaan yang sekarang bagi kita sudah
cukup. Dimulai dari teknologi yang super canggih, kondisi perkotaan yang
memungkinkan untuk maju dan pemerintah yang memfasilitasi pemuda untuk bisa
belajar sebaik mungkin. Pintarlah untuk mengawasi hal sekecil mungkin dan
jangan TALK MORE. Biasakan kita untuk memberikan penilaian dari hal kecil yang
mungkin bermanfaat bagi kita. Jadilah smart menilai tindakan seseorang karena
politik bagi pemuda mungkin impian semata tetapi kita yang akan merancang Negara
ini untuk maju ke depannya. Kalau dari sekarang banyak pemuda bisa dan jeli
dalam berpendapat kepada pemerintah dalam berpolitik adalah prestasi terbaik
yang kita capai. Karena kebebasan yang kita punya saat ini mungkin sulit
dilakukan pada beberapa tahun yang lalu. Bersyukurlah wahai pemuda. Jika kita
bisa menjadi pengawas yang mengamati kondisi saat ini, percayalah bayangan
untuk memajukan Negara ini sudah tercermin dalam pikiran kalian.
Ketika pemuda mengerti
politik, ketika pemuda menjelaskan politik, ketika pemuda berperan dalam
politik. Itulah kita, dimana kita bisa menjadi pemuda yang paham dalam hal
politik yang mungkin sebagian orang masih belum bisa bertindak karena mereka
belom bisa menjelaskan apa itu politik. Untuk itu belajar lah politik jujur
dari awal. Mungkin banyak yang bilang susah, terlalu baik, atau apapun itu yang
membuat kita menahan diri untuk bisa jujur terhadap diri sendiri. Tetapi mari
bercermin, mari melihat kedepan, dan mari melihat kondisi beberapa Negara yang
sudah terbiasa. Kenapa harus melihat Negara lain? Mereka aja bisa kenapa kita
engga? Itulah sebabnya bahwa semua itu bisa jika ada kemauan dan kemampuan
untuk bisa belajar dalam hal apapun sekalipun politik yang mungkin harus kita
wajibkan karena kita lah yang merancang Negara ini untuk bisa menjadi Negara yang
terdepan.
Berbuat sesuatu dalam hal
politik yang cukup beresiko, kenapa saya bisa bilang begitu? Karena kita harus
siap mental, pikiran, dan sikap! Pemuda Indonesia di era saat ini mungkin
adalah titik cerah dimana pemuda Indonesia sudah bisa bernegosiasi secara
Internasional yang membuat Negara asing memberikan nilai bahwa ada pemuda/I Indonesia
yang membawa prestasi ataupun membantu Negara mereka dalam kemajuan. Faktor x
itu ada pada diri kita, apa itu factor x-nya? Niat. Ketika kita niat ingin
tidur ya pasti tidur kan? Tetapi gimana kalau tidur itu diganti dengan
memajukan Negara? ASIK BANGET GA? Mungkin pola pikir kita harus diubah dan
mampu untuk memunculkan kreatifitas kita. Cermatilah bahwa sekarang saatnya
kita beraksi, jangan menunggu apa yang seharusnya kita harus lakukan. Karena
mungkin saja perubahan, kemenangan, dan menjadi seseorang yang inspirasi itu
SEKARANG teman teman. Pemuda Indonesia itu kreratif, kenapa harus terhenti
karena faktor-faktor yang menghalangi kita? Apakah kita hanya bisa diam dan
melihat suasana pemerintah kita hanya itu itu saja? Pasti dalam diri kita itu
punya hal yang ingin kita berikan untuk Negara ini. Mungkin tidak harus ke
nagara lain ataupun langsung bertatap muka dengan pemerintah kita. Tetapi
mulailah dari hal yang sekecil mungkin seperti yang saya jelaskan sebelumnya.
Mungkin beberapa orang melihat tindakan tersebut tidak memberikan efek apa-apa.
Tetapi untuk yang lain? Tidak ada yang tahu dan hanya Tuhan yang tahu.
Yang hanya kemampuan
untuk memilih antara melakukan sesuatu atau tidak membentuk dasar dari pemahaman
umum moralitas. Hal ini dapat diidentifikasi sebagai kebebasan ketidakpedulian, yaitu. asalkan pelaku moral dapat pilih yang cukup. Namun, kemampuan ini untuk memilih antara alternatif kini telah menjadi diidentifikasi dengan kehendak bebas yang merupakan kesalahan mendasar. Kehendak bebas adalah untuk pergi interaksi antara bawaan kelaparan manusia memiliki
kebaikan dan persepsi
kita miliki tentang apa yang baik, yang harus diterangi oleh Rahmat ilahi. Jika kemampuan hanya untuk
memilih antara A dan B adalah salah dikandung
menjadi domain dari kehendak bebas, maka ini merupakan kebebasan ketidakpedulian-kehendak bebas
harus acuh tak acuh terhadap apa
yang baik. Pemahaman twisted kehendak bebas tidak tidak mengatasi kelaparan bawaan kita miliki untuk kebaikan, maupun keinginan dasar bahwa semua manusia memiliki untuk kebahagiaan. Kemudian, memilih adalah apa yang
merupakan moralitas dan kemampuan
agen individu untuk memilih antara Opsi A atau
B adalah konstitutif moralitas. Luar hukum moral menjadi
musuh dan permusuhan Posisi yang dibuat antara tindakan moral dan agen.
Lalu apa yang bisa kita lakukan? Jelas, seseorang akan sulit diperbaiki
jika dia tidak ikut memperbaiki dirinya. Maka dari itu, sebagai bagian dari
pemuda indonesia, sudah seharusnya kita belajar, belajar tentang keaslian dan
kemurnian diri kita, belajar untuk menghargai perbedaan, dan belajar untuk
berani memberontak semua aturan-aturan “tidak penting” yang akan menyeragamkan
kehidupan kita. “Jadilah pribadi yang bijak, yang santun, yang menyayangi
sesama dan disayangi tuhan, dan lakukan yang membaikkan dirimu, sesama dan
alam..”






