THE DAY

Enjoy

Sunday, August 25, 2013

“MERDEKA DARI KETIDAKPEDULIAN”



Tidak peduli, kata yang muncul ketika sesuatu hal yang dianggap penting menjadi tidak penting karena hal yang belum dimengerti oleh beberapa orang. Kali ini ingin sekali membahas pemuda Indonesia untuk saat ini. Kenapa? Apakah hal itu mungkin penting untuk kita? Untuk apa kita peduli? Apa yang ingin kita pedulikan? Jika kalian selalu bertanya hal tersebut mari kita membahas hal tersebut. Mungkin sebagian orang menggangap Negara Indonesia kita tercinta ini memiliki tim yang bias mengatasi permasalah di sektor manapun. Tetapi apakah setiap orang bisa mengerjakan semua itu? TIDAK! Lalu untuk apa ada orang-orang yang memiliki jabatan penting tetapi seakan tidak peduli? Bukan tidak peduli, tetapi mereka sedang menjalankannya.
Di era sekarang pemuda Indonesia harus bias berpikir jernih, dan positif. Kenapa? Tentu pemuda Indonesia adalah generasi penerus bangsa untuk kedepannya, apabila generasi muda tidak bisa mengendalikan pikirannya kepada siapa kita harus mengaturnya? Tentu diri sendiri. Banyak generasi muda Indonesia sudah mulai sadar dan peduli  terhadap Negara ini. Muncul gerakan organisasi pemuda, lalu menjadi pemuda/I berprestasi di Negara lain, dan tentu berani untuk bisa berpendapat secara tatap muka dengan pemerintah kita. Tetapi apakah itu sudah cukup? TIDAK! Kita harus bias untuk peduli, paham, mengawasi, dan berbuat sesuatu pada dan melalui politik Indonesia. Kita harus bisa ikut ambil tindakan secara nyata dari SEKARANG! Mau kapan kita peduli terhadap teknologi, ataupun asupan asupan yang kita terima dari Negara lain? Apakah kita hanya ingin menjadi pemuda yang acuh? Pemuda Indonesia harus bisa mengerti bahwa kita adalah perubahan, kita adalah penggerak, kita adalah INDONESIA! Sadarlah bahwa beberapa Negara menggangap Negara kita adalah Negara yang menjadi Negara terbaik di dunia. Tetapi apakah kita harus tetapi tidak peduli? Untuk itu peduli lah dimulai dari hal sekecil mungkin. Hal apakah itu? Contoh adalah belajar. Mulai untuk menjadi pribadi yang jujur dan bertalenta secara akademik maupun non akademik. Mulaikan dari hal yang kecil karena hal kecil adalah langkah awal untuk bisa menjadi hal yang sangat BESAR.
Lalu pemuda Indonesia harus bisa dan bepengetahuan luas. Memanfaatkan keadaan yang sekarang bagi kita sudah cukup. Dimulai dari teknologi yang super canggih, kondisi perkotaan yang memungkinkan untuk maju dan pemerintah yang memfasilitasi pemuda untuk bisa belajar sebaik mungkin. Pintarlah untuk mengawasi hal sekecil mungkin dan jangan TALK MORE. Biasakan kita untuk memberikan penilaian dari hal kecil yang mungkin bermanfaat bagi kita. Jadilah smart menilai tindakan seseorang karena politik bagi pemuda mungkin impian semata tetapi kita yang akan merancang Negara ini untuk maju ke depannya. Kalau dari sekarang banyak pemuda bisa dan jeli dalam berpendapat kepada pemerintah dalam berpolitik adalah prestasi terbaik yang kita capai. Karena kebebasan yang kita punya saat ini mungkin sulit dilakukan pada beberapa tahun yang lalu. Bersyukurlah wahai pemuda. Jika kita bisa menjadi pengawas yang mengamati kondisi saat ini, percayalah bayangan untuk memajukan Negara ini sudah tercermin dalam pikiran kalian.
Ketika pemuda mengerti politik, ketika pemuda menjelaskan politik, ketika pemuda berperan dalam politik. Itulah kita, dimana kita bisa menjadi pemuda yang paham dalam hal politik yang mungkin sebagian orang masih belum bisa bertindak karena mereka belom bisa menjelaskan apa itu politik. Untuk itu belajar lah politik jujur dari awal. Mungkin banyak yang bilang susah, terlalu baik, atau apapun itu yang membuat kita menahan diri untuk bisa jujur terhadap diri sendiri. Tetapi mari bercermin, mari melihat kedepan, dan mari melihat kondisi beberapa Negara yang sudah terbiasa. Kenapa harus melihat Negara lain? Mereka aja bisa kenapa kita engga? Itulah sebabnya bahwa semua itu bisa jika ada kemauan dan kemampuan untuk bisa belajar dalam hal apapun sekalipun politik yang mungkin harus kita wajibkan karena kita lah yang merancang Negara ini untuk bisa menjadi Negara yang terdepan.




 





Berbuat sesuatu dalam hal politik yang cukup beresiko, kenapa saya bisa bilang begitu? Karena kita harus siap mental, pikiran, dan sikap! Pemuda Indonesia di era saat ini mungkin adalah titik cerah dimana pemuda Indonesia sudah bisa bernegosiasi secara Internasional yang membuat Negara asing memberikan nilai bahwa ada pemuda/I Indonesia yang membawa prestasi ataupun membantu Negara mereka dalam kemajuan. Faktor x itu ada pada diri kita, apa itu factor x-nya? Niat. Ketika kita niat ingin tidur ya pasti tidur kan? Tetapi gimana kalau tidur itu diganti dengan memajukan Negara? ASIK BANGET GA? Mungkin pola pikir kita harus diubah dan mampu untuk memunculkan kreatifitas kita. Cermatilah bahwa sekarang saatnya kita beraksi, jangan menunggu apa yang seharusnya kita harus lakukan. Karena mungkin saja perubahan, kemenangan, dan menjadi seseorang yang inspirasi itu SEKARANG teman teman. Pemuda Indonesia itu kreratif, kenapa harus terhenti karena faktor-faktor yang menghalangi kita? Apakah kita hanya bisa diam dan melihat suasana pemerintah kita hanya itu itu saja? Pasti dalam diri kita itu punya hal yang ingin kita berikan untuk Negara ini. Mungkin tidak harus ke nagara lain ataupun langsung bertatap muka dengan pemerintah kita. Tetapi mulailah dari hal yang sekecil mungkin seperti yang saya jelaskan sebelumnya. Mungkin beberapa orang melihat tindakan tersebut tidak memberikan efek apa-apa. Tetapi untuk yang lain? Tidak ada yang tahu dan hanya Tuhan yang tahu.
Yang hanya kemampuan untuk memilih antara melakukan sesuatu atau tidak membentuk dasar dari pemahaman umum moralitas. Hal ini dapat diidentifikasi sebagai kebebasan ketidakpedulian, yaitu. asalkan pelaku moral dapat pilih yang cukup. Namun, kemampuan ini untuk memilih antara alternatif kini telah menjadi diidentifikasi dengan kehendak bebas yang merupakan kesalahan mendasar. Kehendak bebas adalah untuk pergi interaksi antara bawaan kelaparan manusia memiliki kebaikan dan persepsi kita miliki tentang apa yang baik, yang harus diterangi oleh Rahmat ilahi. Jika kemampuan hanya untuk memilih antara A dan B adalah salah dikandung menjadi domain dari kehendak bebas, maka ini merupakan kebebasan ketidakpedulian-kehendak bebas harus acuh tak acuh terhadap apa yang baik. Pemahaman twisted kehendak bebas tidak tidak mengatasi kelaparan bawaan kita miliki untuk kebaikan, maupun keinginan dasar bahwa semua manusia memiliki untuk kebahagiaan. Kemudian, memilih adalah apa yang merupakan moralitas dan kemampuan agen individu untuk memilih antara Opsi A atau B adalah konstitutif moralitas. Luar hukum moral menjadi musuh dan permusuhan Posisi yang dibuat antara tindakan moral dan agen.
Lalu apa yang bisa kita lakukan? Jelas, seseorang akan sulit diperbaiki jika dia tidak ikut memperbaiki dirinya. Maka dari itu, sebagai bagian dari pemuda indonesia, sudah seharusnya kita belajar, belajar tentang keaslian dan kemurnian diri kita, belajar untuk menghargai perbedaan, dan belajar untuk berani memberontak semua aturan-aturan “tidak penting” yang akan menyeragamkan kehidupan kita. “Jadilah pribadi yang bijak, yang santun, yang menyayangi sesama dan disayangi tuhan, dan lakukan yang membaikkan dirimu, sesama dan alam..”